Friday, June 13, 2014

Alasan kenapa cowok menghilang saat PDKT

Kata orang, hal terindah dalam pacaran adalah ketika pedekate. Saling senyum-senyum, saling tersipu malu, saling ingin megang tangan tapi takut. Ya gitu deh..
Kalo udah ngomongin pedekate, pasti nggak akan ada habisnya. Pedekate itu ibarat pedang bermata dua. Selain jadi hal yang paling manis, pedekate juga bisa bikin kegalauan yang cukup meresahkan.

Udah capek-capek pedekate, eh tiba-tiba ditinggal gitu aja..

Udah capek-capek pedekate, eh tiba-tiba ditikung sama orang lain..

Udah capek-capek pedekate, tapi nembaknya kelamaan, momennya ilang, dan... dia keburu sama yang lain..

Udah pedekatenya setaun, eh jadiannya Cuma tiga bulan..
Kenapa semua ini bisa terjadi.. Kenapaa...*merenung di sudut kamar*
Oke sorry.
Gue sebenernya nggak ingin kebawa suasana kek gini. Tapi kenyataan berkehendak lain..

Hmm.. oke gue bahas deh!

~ NEMUIN CEWEK LAIN
Ya kalian harus tahu, cewek kan penginnya dapet cowok ganteng, setia, sopan, kaya, baik hati, riang, terampil, gembira dan..... nggak pernah ketemu kan?
Jadi gini, kebanyakan cowok itu nyari pacar dengan prinsip menanam. Dia tabur benih di tanah-tanah yang berbeda. Tanaman yang tumbuhnya paling bagus dia akan  coba garap sampai berbuah dan begitu seterusnya.
Ketika dia sedang menabur harapan di tanah hatimu, di waktu yang bersamaan dia juga menabur harapan di tanah-tanah hati yang lain. Begitu dia merasa harapannya nggak akan tumbuh bagus di tanah hatimu, ya dia bisa ngecek di harapan yang lain.
Jangan keburu ngejudge cowok itu player atau fake-hope-giver dulu. Cewek itu kan makhluk penuh kode. Nggak semua cowok ngerti tentang kode-kode cewek. Ya intinya cewek ingin dimengerti secara psikologis.
Jadi mungkin dia nggak enjoy denganmu karena kamu begitu rumit.

Udah manis-manis pedekate, eh dia pergi ninggalin gitu aja..


~ DEMANDING
Nah kalo ini lanjutan dari tulisan gue di atas. Karena keinginanmu untuk dimengerti yang cukup rumit, dia merasa kamu begitu demanding. Menurut primbon playboy, pedekate itu seharusnya dijadikan ajang untuk mengenal lebih dalam karakter target. Itulah sebabnya pedekate sering bikin kamu senyum-senyum sendiri menatap layar hape. Proses mengenal dia itu yang penuh sensasi.
Tapi bakal jadi lain ceritanya jika di fase pedekate aja udah menuntut, meminta lebih atau demanding.
“Hubungan itu indah jika Pria merespon baik dan Wanita menerima tanpa menuntut.”

Udah manis-manis pedekate, eh tau-tau dia ngilang gitu aja..



~ SEBAGAI TEMPAT PELARIAN
Ketika seseorang nggak kuat menghadapi suatu masalah, pilihannya ada 3. Dia bisa melawan walau akhirnya mati, dia bisa lari lalu ketangkep dan akhirnya mati, atau pura-pura mati.
Lho kok akhirnya jadi mati semua? Soalnya cerita yang happy ending gitu udah mainstream banget.
Apasih..

Sampai dimana tadi gue? Oh iya, pelarian.
Ngomong-ngomong soal pelarian, gue nggak berpengalaman dengan hal yang satu ini.

~ Dulu gue sempet deket gitu sama cewek anak *********, kita udah deket banget. Bahkan ketika bumi berputar, genggaman tangan kami tak bisa terlepaskan. Hanya ajal yang mampu memisahkan kami. Belum selesai gue sesumbar, mantannya berjanji untuk berubah dan bisa mengerti dia dengan lebih baik. Akhirnya mereka kembali merajut kasih. Oke gue ralat, ternyata selain ajal, mantannya juga bisa memisahkan kami.
Sakit nyet..
I am a victim of running accident.
Gue korban tabrak lari, eh pelarian..

~ Sekitar bulan April tahun 2015, gue kenal sama cewek. Cantiknya nggak setengah-setengah. Mungkin Tuhan awalnya berniat bikin dia jadi Malaikat, tapi karena Surga belum buka penerimaan malaikat baru, jadinya dia diletakin di bumi. Dan gue lelaki pribumi yang nggak setengah-setengah mencintainya. Dia sebagai malaikat yang gagal ke surga dan terpaksa migrasi ke bumi, juga nggak setengah-setengah mencintai gue. Mungkin kami satu-satunya makhluk beda spesies yang mampu mencinta tanpa setengah hati di bumi ini.
Sampai pada akhirnya mantannya kembali dan berjanji memberi kepastian akan melamarnya. Dia pun kembali ke Surga sama pacarnya.
Sakit njir..
I am a victim of running accident.
Gue korban (maaf) pelarian lagi..

Maaf, karena gue nggak punya pengalaman tentang pelarian, gue gak mau bahas apa-apa lagi tentang dijadikan tempat pelarian.
Tissue mana tissue..


~ DIA SIFATNYA MEMANG MENYENANGKAN
Kamu tau nggak dari mana asal-muasal Pemberi Harapan Palsu?
Yeah, dari sifat yang menyenangkan dan diterima oleh hati banyak orang.
PHP itu adalah sebuah penafsiran seseorang terhadap suatu kenyataan perasaan yang tidak berlabuh sesuai dengan harapan.
Terserah kamu mau bilang PHP itu playboy, bajingan, jahanam, atau apalah, karena semua penafsiranmu itu nggak salah.

~Gue pernah nemuin kasus dimana ada cowok yang terlahir dengan kegantengan yang nggak masuk akal, pandai, senyumannya mengiris kalbu wanita, dan.... kaya hati sekaligus harta. Sifatnya, pembawaannya, dan apa yang dia miliki semuanya menyenangkan perasaan banyak cewek. Suatu hari cewek-cewek yang tidak sengaja dekat dan disenangkan perasaanya itu mulai gusar dengan status yang dibuat oleh cowok tersebut. Kedekatan yang dibuatnya dianggap cewek-cewek itu sebuah upaya pedekate. Semakin dekat, dekat dan dekat, akhirnya satu persatu cewek itu mulai mempertanyakan kejelasan statusnya.
Tapi takdir berkata lain, cowok itu sebenernya nggak pernah berniat mendekati atau bahkan memacari cewek-cewek itu. Kedekatan yang dibuatnya bahkan nggak dia sadari. Dia menganggap cewek-cewek tadi hanya sebatas teman, dan begitu seterusnya ketika cewek-cewek dari negara lain ketemu sama itu cowok. Cewek-cewek tersebut akhirnya ditemukan galau berjamaah di status BBM dan twitter..
*pukpuk sampe lebaran*

“Ketika kamu berusaha menyenangkan setiap orang, selain kamu, orang lain juga akan merasakan kekecewaannya..”

sumber : playboytalks

Thursday, May 22, 2014

3 Prinsip Yang Akan Mengubah Hidup Anda Selamanya

Mengenal prinsip hidup yang akan merubah hidup Anda
Masalah susah atau tidak menjalaninya, itu semua kembali pada pribadi Anda masing-masing.
Menjadi pribadi yang bijak dan punya style tersendiri dalam hidup akan didapat dari beragam inspirasi yang ada di sekitar Anda.
Beberapa hari yang lalu, saat berada dalam satu acara cocktail party di sebuah resto and bar terbaru di kawasan SCBD saya berjumpa dengan beberapa sahabat lama. Dengan menggenggam segelas Classic Manhattan, diskusi pun berlanjut dalam perbincangan soal karier. Bukannya apa-apa, toh membicarakan love life semuanya sedang biasa-biasa saja. Tapi kemudian pikiran saya tertuju pada satu teman yang sedikit “curhat” tentang perusahaannya yang sedang terpuruk.

Saya memang mengenalnya sebagai sosok pengusaha muda di bidang pertambangan dan energi. Usut punya usut, ternyata perusahannya itu sedang mengalami kemunduran karena tingkat turn over di perusahaannya terbilang cukup tinggi.

Karena teman, saya pun tidak memiliki prasangka apapun tentang dirinya. As a man, menurut saya selama kebenaran yang ia jalani pasti semuanya akan berjalan baik. Saya pun kemudian bertanya tentang sistem manajerial yang ia terapkan dan bagaimana ia menjalaninya. Saya cukup terkejut saat ia mengaku dalam menjalani perusahaan, ia tidak berusaha bersikap nice pada bawahan. "By being too nice, it allows people to stomp over you, they take your niceness as an excuse to make you do favors for them". Really?

Dalam hati saya tertawa. Saya hanya tersenyum dan sebisa mungkin memberikan saran yang menurut saya baik untuk perbaikan kinerja perusahaannya. Kemudian saya teringat pada prinsip hidup almarhum kakek saya yang ia tanamkan pada seluruh anak cucunya.

 

Amsterdam, 1948. Sejak berpacaran, yang membuat nenek jatuh cinta pada kakek saya adalah sifat humble dan pribadi yang sangat berkelas pada dirinya.
Sumber: dokumen pribadi.
Sudah lebih dari 15 tahun sejak kepergian kakek saya, namun jika berbicara mengenai prinsip hidup dirinya seperti tak akan lekang dimakan waktu. Tak banyak-banyak, hanya tiga prinsip yang ia jalani namun ketiganya sukses membentuk karier serta membesarkan keluarganya sampai saat ini. Bukan soal memotivasi atau menyuruh seseorang untuk melakukan ini dan itu, tapi lebih pada pembenahan diri sendiri untuk menjadi lebih baik. Saat saya bertanya pada nenek bagaimana sosok kakek saat berkarier dan memimpin keluarga matanya selalu berbinar bahagia. "Opa tidak pernah berat dalam menjalankan apapun dalam hidupnya", kata nenek saya. Bahkan saat harus terjun ke dunia politik dan mengemban jabatan strategis di pemerintahan Republik Indonesia, ketiga prinsip inilah yang tetap dipegang teguh.

Well, saya yakin jika ada yang bilang "people can't buy class, it is in your blood" itu memang benar adanya. Bukan bermaksud sombong, tapi silahkan Anda coba ketiga prinsip hidup kakek saya yang selalu menjadi pegangan hidup hingga kini. Soal Anda bisa melakukannya atau tidak, itu pilihan Anda. Tapi sebagai pria, rasanya sikap wise dan gentleman akan terbentuk saat Anda mengerti arti kata menghargai... Let's see!


Being too nice to everyone, why not? Menebar senyum dan sifat ramah sudah pasti akan mendatangkan hal positif bagi diri Anda.

Tetap tersenyum. Everytime, everyday!

Hahaha, terdengar cliche? Saya pun awalnya tidak mengerti saat Ibu saya selalu mengajari untuk tetap tersenyum pada siapa saja yang saya temui sejak kecil. Tapi kemudian saya memahami, senyum itu adalah simbol kebahagiaan dan penghargaan. Anda pemimpin perusahaan? Wajib bagi Anda untuk selalu memberi senyum pada semua orang yang ada di kantor Anda. Itu bukan sikap "being too nice", tapi itu adalah bentuk spirit yang Anda berikan bagi karyawan untuk tetap semangat bekerja dan menjaga loyalitas mereka pada perusahaan. Tenang, Anda tidak akan dilecehkan hanya karena selalu tersenyum dalam situasi apapun, justru itu akan meningkatkan kredibilitas dan kewibawaan. Tidak percaya? Coba saja. Terkecuali memang Anda dididik untuk selalu menaruh curiga pada setiap orang dan memasang muka masam, it's your choice.

Ucapkan terima kasih. For everything you have!

Nenek pernah bercerita, suatu hari kakek saya pernah diberi teguran keras oleh Presiden RI saat itu karena suatu masalah pembebasan lahan kelapa sawit di wilayah Kalimantan. Lagi-lagi kakek hanya tersenyum dan membalas surat teguran itu dengan ucapan terima kasih karena sudah ditegur dan akan membenahi masalahnya segera. Bagi saya saat ini, terima kasih adalah simbol penghargaan atas segala yang Anda alami, baik maupun buruk. Sebagai karyawan, saya pun tetap berterima kasih jika ada pujian atau teguran yang diberikan atasan atas kinerja yang sudah diberikan. Jika Anda seorang atasan, mengucapkan "Thanks ya!" pada apa saja yang sudah dikerjakan oleh karyawan rasanya suatu keharusan. Jika masih ada yang kurang memuaskan, Anda bisa memberikan arahan dengan tutur kata yang baik tanpa harus membentak apalagi mengeluarkan kalimat-kalimat sampah yang justru menghancurkan leadership Anda. Jangan lupa, tutup semuanya dengan ucapan terima kasih. Trust me, it works!

Broad-minded attitude is the root of the wise

Ya, berpikiran luas dan terbuka pada apa saja. Satu prinsip ini akan membentuk sosok Anda menjadi pria yang lebih bijaksana. Berkaca dari kakek saya, dari petani kakao sampai mantan Presiden AS Ronald Reagan pernah ia ajak bicara. Intinya hanya satu, selalu mengisi ruang-ruang kosong dalam pikirannya akan hal baru yang belum tentu akan dijumpainya lagi. Percayalah, dengan banyak bertukar pikiran dengan siapa saja akan semakin membuka wawasan Anda tentang kehidupan. Bisnis, sosial, politik, lifestyle, seni, budaya, keluarga, bahkan agama adalah aspek-aspek kehidupan yang harus Anda cerna untuk membina kehidupan di masa yang akan datang. Jangan pernah mempertahankan ego dan sikap judgemental pada apa yang belum Anda ketahui serta jauhi sikap menilai orang dari appearance, soon or later Anda sendiri yang akan menanggung akibatnya.
Well said, itulah tiga prinsip hidup yang saya pelajari dari almarhum kakek saya. Selama hidup ia tidak ingin dikenal banyak orang, karena yang terpenting adalah sumbangsih apa yang bisa ia berikan bagi bangsa ini sampai akhir hayatnya. So guys, nasehat orang tua memang kadang terdengar konyol di telinga. Tapi kini saya sadar, tanpa prinsip hidup yang baik mungkin saya hanya menjadi sosok arogan yang ujungnya akan mengisolasi saya dari kehidupan sosial. Self-pity is our worst enemy and if we yield to it, we can never do anything wise in this world...

sumber : talkmen.com