Sunday, September 16, 2012

ini Arab atau Indonesia?

Jreng Jreng Jreng

Judul yang agak sensitif, hahaha. Pengen sih bahas2 tentang ideologi tapi takut banyak yang tersinggung euy.
Pertama kita liat arab dulu yuuk..
Sebenarnya apa sih yang bisa dibanggain?
klo menurut saya sih Arab tuh bisa bertahan karena devisa dari orang-orang yg pergi ritual ibadah haji.
Klo mekkah bukan di Arab, kayanya negara itu udah collapse, Siapa coba yg mau berlibur ke negara yang super panas, gurun dimana mana, banyak kejahatan. hihihi, Ini menurut saya yah..

Di arab, ada komplotan perampok akhwat (wanita) yang memakai hijab hitam + cadar. Semuanya tampak sama. Keren ya bro! Klo misal nyopet, si korban nya bakal bingung yang mana yg tadi nyopet, orang semuanya tampak sama dan seragam. Begitu pula jika ada suami yg ingin mencari istri nya, tertukar ga yaa.. Gatau nya pas sampe di rumah beda orang ternyata, haha.



Di arab juga TKW-TKW dianiaya bro.. diperkosa, kasian yaa. Disana tuh cewek ga boleh nyetir, ga boleh jadi pemimpin, disana tuh ga ada emansipasi wanita. Pokonya wanita adalah warga kelas 2.

Tapi uniknya di Indonesia, kebudayaan Arab laku tuuuuh.. Orang-orang berbondong-bondong belajar bahasa arab, klo bisa ngomong bahasa arab tuh keliatan mulia banget haha, ustad-ustad juga klo berdoa ga pake bahasa arab tuh serasa ga afdol. Ustad dengan muka arab juga wiiiih pasti ditawarin berbagai macam pekerjaan, mulai dari ceramah, pimpin pengajian dll.

Ga ketinggalan para remaja mesjidnya, serasa gaul banget klo ngomong pake ikhwan, akhi-ukhti, afwan, terus pake peci, baju koko + celana bahan ngatung warna gelap, terus pake jakot motor.
hahhaha, padahal kan kita orang Indonesia :(

Atur pola tidur supaya anak berprestasi



TRIBUNNEWS.COM - Tidur merupakan suatu keharusan untuk bisa melakukan kegiatan di hari berikutnya. Durasi tidur pada malam hari ternyata sangat mempengaruhi kesehatan tubuh seseorang, apalagi pada anak-anak.

Sebuah penelitian yang melibatkan 142 siswa sekolah dasar dilakukan untuk membandingkan jumlah jam tidur dengan kinerja keterampilan akademik. Bila jam tidur anak-anak kurang dari sembilan jam biasanya menemukan kesulitan dalam belajar di sekolah keesokan harinya.

Anak-anak berusia enam dan tujuh tahun yang kurang tidur cenderung akan sulit berkomunikasi dan mengerjakan matematika. Keahlian mengeja, tata bahasa yang digunakan, serta pemahaman mereka juga terganggu. Memori dan kemampuan belajarlah yang terpengaruh.

Penelitian ini juga menemukan bahwa semakin banyak anak yang diijinkan menggunakan komputer dan televisi di kamar tidur mereka. Padahal, fasilitas ini memicu kurangnya tidur. "Saat ini ada kekhawatiran besar mengenai kebiasaan anak-anak menonton televisi, bermain game komputer atau video pada malam hari yang membuat mereka tidak tidur pada waktu yang sama setiap malamnya," kata Ramon Cladellas dari Universitas Autonomous di Barcelona.

"Kebanyakan anak waktu tidurnya kurang dari yang direkomendasikan, padahal ini penting untuk intelektual mereka. Bahkan, ini tidak dapat diperbaiki," tambah Cladellas.

Profesor Russell Foster, kepala ilmu saraf di Universitas Oxford mengatakan, "Sudah jelas bahwa tidur mulai pukul 21.00 hingga pukul 09.00 dapat mengoptimalkan kinerja kognitif anak." Kebiasaan buruk tidur larut malam mempengaruhi kinerja anak dalam tugas sehari-hari, dan membuat mereka sulit menemukan solusi dari masalah yang lebih kompleks.

Nah, jika anak-anak membutuhkan waktu tidur selama 9 - 11 jam, orang dewasa hanya perlu 6,5 - 8,5 jam saja.