Tuesday, May 29, 2012

Panggilan Interview yang aneh

Baru kali ini saya dapet panggilan interview yang aneh :))
On Tue, May 29, 2012 at 9:59 AM, Rekrutmen Staff <rekrutmens@yahoo.com> wrote:

----- Pesan yang Diteruskan -----
Dari: Rekrutmen Staff <rekrutmens@yahoo.com>
Kepada: xxx
Dikirim: Senin, 28 Mei 2012 23:21
Judul: Interview with MxI

Dear dimas

As i have you data from your university, hence i want to invite you for an interview for research excutive position. The interview will be conducted as follows:
Day & Date       : Thursday, 31 May 2012
Time                  : 2pm - finish
Place                 : Menara xxx 2 Floor x
                            Jl. Jend. Gatot Subroto kav xx-xx
                            (02x) 83xxx767
PIC                     : Ibu Kexxx

Also please find the attached file as the application form that you should fill in and bring it on the interview session. There are some documents that you must bring together
with application form on the interview session as follows:
-          Updated CV with color photograph
-          Copy of transcript
-          Copy of degree certificate
-          Copy of ID Card (KTP)

Thank you and see you tomorrow.

Have a Good Day !!

Thanks & Regards,
Kexxx xxxxian

Langsung saya balas (sambil ketawa ketiwi) :

Maaf mbak, sepertinya saya tidak tertarik.
Ada berapa kritik dan saran saya untuk mbak :)

rekrutmens@yahoo.com >> seharusnya memakai domain perusahaan agar lebih meyakinkan

Dear dimas >> tidak baku

As i have you data from your university, hence i want to invite you for an interview for research excutive position. The interview will be conducted as follows: << kata2 ini tidak baku dan ada yg salah dalam grammar dan structure mbak :)

Day & Date       : Thursday, 31 May 2012 >> format tanggal baku dlm bhs Inggris seharusnya May 31, 2012 atau 31st May 2012
Time                  : 2pm - finish >> tidak baku

PIC                     : Ibu Kexxx >> tidak baku

Also please find the attached file as the application form that you should fill in and bring it on the interview session. There are some documents that you must bring together with application form on the interview session as follows: >> tidak baku

Thank you and see you tomorrow.
Have a Good Day !!
>> tidak baku


Regards,
Dimas Xxxxxxxxx
Buat para freshgrad, hati2 dalam memenuhi panggilan Interview, coba analisa dan tanya google dulu tentang perusahaan nya :) agar tidak buang-buang tenaga, waktu, dan uang.
Harapan saya,
Ayo kaum muda, jadilah owner suatu perusahaan.
Semoga Indonesia secepatnya jadi negara maju :D

Sunday, August 14, 2011

MITOS dan FAKTA ROKOK yang katanya PENYUMBANG DEVISA BESAR

Mitos : Industri rokok memberikan kontribusi pemasukan negara dengan jumlah besar.


Fakta
Negara membayar biaya lebih besar untuk rokok dibanding dengan pemasukan yang diterimanya dari industri rokok. Penelitian dari World Bank telah membuktikan bahwa rokok merupakan kerugian mutlak bagi hampir seluruh negara. Pemasukan yang diterima negara dari industri rokok (pajak dan sebagainya) mungkin saja berjumlah besar, tapi kerugian langsung dan tidak langsung yang disebabkan konsumsi rokok jauh lebih besar.

Biaya tinggi harus dikeluarkan untuk membayar biaya penyembuhan penyakit yang disebabkn oleh rokok, absen dari bekerja, hilangnya produktifitas dan pemasukan, kematian prematur, dan juga membuat orang menjadi miskin lebih lama karena mereka menghabiskan uangnya untuk mmbeli rokok.

Biaya besar lainnya yang tidak mudah untuk dijabarkan termasuk berkurangnya kualitas hidup para perokok dan mereka yang menjadi perokok pasif. Selain itu penderitaan juga bagi mereka yang harus kehilangan orang yang dicintainya karena merokok. Semua ini merupakan biaya tinggi yang harus ditanggung.


Mitos : Mengurangi konsumsi rokok merupakan isu yang hanya bisa diatasi oleh negara-negara kaya.


Fakta:
Sekarang ini kurang lebih 80% perokok hidup di negara berkembang dan angka ini sudah tumbuh pesat dalam beberapa dekade saja. Diperkirakan pada tahun 2020, 70% dari seluruh kematian yang disebabkan rokok akan terjadi di negara-negara berkembang, naik dari tingkatan sekarang ini yaitu 50%. Ini berarti dalam beberapa dekade yang akan datang negara-negara berkembang akan berhadapan dengan biaya yang semakin tinggi untuk membiayai perawatan kesehatan para perokok dan hilangnya produktifitas.


Mitos : Pengaturan yang lebih ketat terhadap industri rokok akan berakibat hilangnya pekerjaan di tingkat petani tembakau dan pabrik rokok.



Fakta:
Prediksi mengindikasikan dengan jelas bahwa konsumsi rokok global akan meningkat dalam tiga dekade ke depan, walau dengan penerapan pengaturan tembakau di seluruh dunia. Memang dengan berkurangnya konsumsi rokok, maka suatu saat akan mengakibatkan berkurangnya pekerjaan di tingkat petani tembakau. Tp ini terjadi dlm hitungan dekade, bukan semalam. Oleh karenanya pemerintah akan mempunyai banyak kesempatan untuk merencanakan peralihan yang berkesinambungan dan teratur.

Para ekonom independent yang sudah mempelajari klaim industri rokok, berkesimpulan bahwa industri rokok sangat membesar-besarkan potensi kehilangan pekerjaan dari pengaturan rokok yang lebih ketat. Di banyak negara produksi rokok hanyalah bagian kecil dari ekonomi mereka. Penelitian yang dilakukan oleh World Bank mendemonstrasikan bahwa pada umumnya negara tidak akan mendapatkan pengangguran baru bila konsumsi rokok dikurangi. Beberapa negara malah akan memperoleh keuntungan baru karena konsumen rokok akan mengalokasikan uangnya untuk membeli barang dan jasa lainnya. Hal ini tentunya akan membuka kesempatan untuk terciptanya lapangan kerja baru.


Mitos : Pemerintah akan kehilangan pendapatan jika mereka menaikan pajak terhadap industri rokok karena makin sedikit orang yang akan membeli rokok.



Fakta:
Bukti sudah jelas: perhitungan menunjukkan bahwa pajak yang tinggi memang akan menurunkan konsumsi rokok tetapi tidak mengurangi pendapatan pemerintah, malah sebaliknya. Ini bisa terjadi karena jumlah turunnya konsumen rokok tidak sebanding dengan besaran kenaikan pajak. Konsumen yang sudah kecanduan rokok biasanya akan lambat menanggapi kenaikan harga (akan tetap membeli). Lebih jauh, jumlah uang yang disimpan oleh mereka yang berhenti merokok akan digunakan untuk membeli barang-barang lain (pemerintah akan tetap menerima pemasukan). Pengalaman mengatakan bahwa menaikkan pajak rokok, betapapun tingginya, tidak pernah menyebabkan berkurangnya pendapatan pemerintah.


Mitos : Pajak rokok yang tinggi akan menyebabkan penyelundupan.


Fakta:
Industri rokok sering berargumentasi bahwa pajak yang tinggi akan mendorong penyelundupan rokok dari negara dengan pajak rokok yang lebih rendah, yang ujungnya akan membuat konsumsi rokok lebih tinggi dan mengurangi pendapatan pemerintah.
Walaupun penyelundupan merupakan hal yang serius, laporan Bank Dunia tahun 1999 Curbing the Epidemic tetap menyimpulkan bahwa pajak rokok yang tinggi akn menekan konsumsi rokok serta menaikkan pendapatan pemerintah. Langkah yang tepat bagi pemerintah adalah memerangi kejahatan dan bukannya mengorbankan kenaikan pajak pada rokok.
Selain itu ada klaim-klaim yang mengatakan bahwa industri rokok jg terlibat dalam penyelundupan rokok. Klaim seperti ini patut disikapi dengan serius.


Mitos : Kecanduan rokok sudah sedemikian tinggi, menaikkan pajak rokok tidak akan mengurangi permintaan rokok. Oleh karenanya menaikkan pajak rokok tidak perlu.


Fakta:
Menaikkan pajak rokok akn mengurangi jumlah perokok dan mengurangi kematian yang disebabkan oleh rokok. Kenaikan harga rokok akn membuat sejumlah perokok untuk berhenti dan mencegah lainnya untuk mnjd perokok atau mencegah lainnya menjadi perokok tetap. Kenaikan pajak rokok juga akan mengurangi jumlah org yang kembali merokok dan mengurangi konsumsi rokok pd orang2 yang masih merokok. Anak2 dan remaja mrpkn kelompok yang sensitif thdp kenaikan harga rokok oleh karenanya mrk akn mengurangi pembelian rokok bila pajak rokok dinaikkan.

Selain itu orang2 dengan pendapat rendah jg lbh sensitif thdp kenaikan harga, oleh karenanya kenaikan pajak rokok akan berpengaruh besar terhadap pembelian rokok di negara-negara berkembang.

Model yang dikembangkan oleh Bank Dunia dlm laporannya Curbing the Epidemic menunjukkan kenaikan hrg rokok sebanyak 10% karena naiknya pajak rokok, akn membuat 40 juta orang yang hdp di tahun 1995 untuk berhenti merokok dan mencegah sedikitnya 10 juta kematian akibat rokok.


Mitos : Pemerintah tidak perlu menaikkan pajak rokok karena kenaikan tersebut akan merugikan konsumen berpendapatan rendah.


Fakta:
Perusahaan rokok berargumen bahwa harga rokok tidak seharusnya dinaikkan krn bila bgtu akn merugikan konsumen berpendapatan rendah. Tetapi, penelitian menunjukkan bahwa masyarakat berpendapatan rendah merupakan korban rokok yang paling dirugikan. Krn rokok akn memperberat beban kehidupan, meningkatkan kematian, menaikkan biaya perawatan kesehatan yang hrs mereka tanggung dan gaji yang terbuang untuk membeli rokok.
Masyarakat berpendapatan rendah paling bisa diuntungkan oleh harga rokok yang mahal karna akan membuat mrk lbh mudah berhenti merokok, mengurangi, atau menghindari kecanduan rokok karena makin terbatasnya kemampuan mereka untuk membeli. Keuntungan lain dr pajak rokok yang tinggi adalah bisa digunakan untuk program-program kesejahteraan masyarakat miskin.



Mitos : Perokok menanggung sendiri beban biaya dari merokok.


Fakta:
Perokok membebani yang bukan perokok. Bukti-bukti biaya yang harus ditanggung bukan perokok seperti biaya kesehatan, gangguan, dan iritasi yang didapatkan dari asap rokok. Ulasan di negara-negara kaya mengungkapkan bahwa perokok membebani asuransi kesehatan lebih besar daripada mereka yang tidak merokok (walaupun usia perokok biasanya lebih pendek). Apabila asuransi kesehatan dibayar oleh rakyat (seperti Jamsostek) maka para perokok tentunya ikut membebankan biaya akibat merokok kepada orang lain juga.